Perpisahan

Dalam diam aku memandangi selembar foto dalam pigura. Foto itu begitu nyata, aku dapat mengingat dengan begitu jelas hari saat foto itu diambil, baju yang kukenakan, baju yang dikenakannya, cuaca pada hari itu, suasana pantai yang kami datangi, suara ombak yang menjadi latar belakangnya. Kututup kedua mataku dan aku terbayang masa-masa itu. Masa saat dia ada disampingku.

Pandangan mataku beralih ke tepian jendela, melihat beberapa tamu yang datang, suasana muram sedang menaungi rumah ini, dan kurasa juga menaungi aku, menaungi hatiku. Aku tidak akan sama lagi tanpa dirinya.

Sepintas kurasa aku melihatnya, melihat dirinya yang selama ini berada di hatiku, apakah itu benar dia? Tidak salahkah mataku? Ataukah aku merasa melihatnya semata-mata hanya karena aku ingin untuk melihatnya? Ingin dia berada lagi disisiku, menemaniku? Begitu egoisnyakah aku?

Dengan perlahan aku menapaki satu persatu anak tangga, secara refleks pandangan mataku mencari dirinya, mencari dia yang ingin kucari, mencari dia yang selama ini telah mengisi bukan hanya hatiku, tetapi juga seluruh jiwa ragaku. Aku melihat ibunya menangis di ujung ruangan, aku tersenyum pahit, aku juga merasakan hal yang sama seperti dia, merasakan kehilangan, merasakan kehampaan. Semuanya kosong.

Lalu aku melihat adikku, duduk diam disebelah ibuku. Ia diam tanpa bahasa, begitu juga ibuku, seakan mereka berdua sedang duduk beradu diam, tidak ada suara sama sekali, bahkan aku tidak dapat mendengar isak tangis mereka, tak kulihat air mata menetes di pipi mereka. Tapi sorot mata mereka kosong, sama seperti aku, mereka tidak bisa menerima kehilangan ini.

Selagi berjalan mengelilingi rumah aku melihat berbagai orang, ada yang diam, ada yang menangis, aku melihat ayahku berdiri, bercengkrama dengan beberapa anggota keluarga dan beberapa koleganya yang tidak kukenal, semuanya menceritakan tentang kemalangan, kesedihan, kehilangan. Menambah pedih luka di hatiku.

Tapi aku tidak dapat menemukan dia, dia yang kucinta. Dimanakah dia? Bersembunyikah dia dariku? Atau memang aku sudah tidak dapat bertemu lagi dengan dirinya?

Tiba-tiba sudut mataku menangkap bayangannya, kakiku otomatis melangkah kearahnya, menuju dirinya. Aku berhenti disebelah peti mati, lalu diam terpekur selama beberapa saat. Akhirnya, memang hanya kematian yang dapat memisahkan kami. Di ujung ruangan dimana peti mati itu diletakkan ada seorang anak perempuan kecil dengan mata sembab habis menangis, adiknya, adik perempuan kecilnya, yang selalu suka mengekori kami kemanapun kami pergi. Aku tersenyum, anak seusianya mungkin tidak akan merasakan kehilangan ini seperti kami.

Kutatap wajahnya, matanya sedang terpejam, ia seperti sedang tertidur lelap. Walau aku tahu ia tidak sedang tertidur. Ingin aku menyentuhnya saat ini. Ia terasa begitu dekat, sampai rasanya aku dapat merasakan hangat hembusan napasnya, yang aku tahu tidak mungkin. Aku tidak akan pernah dapat merasakan rasa hangat itu lagi.

Sepintas kulihat matanya mengerjap. Apakah ia membuka matanya? Kurasa begitu, rasa rindu berkecamuk dihatiku, rindu melihat matanya, yang berwarna coklat tua, kadang terlihat begitu kelam, kadang terlihat begitu cerah, seakan menggambarkan seluruh isi hatinya. Lalu ia membuka matanya dan menatap lurus kearahku.

Aku tersenyum kecil, wajahnya tetap sama seperti yang kuingat, walau bayang di bawah matanya menandakan malam-malam yang dilaluinya dengan sedikit waktu tidur. Selebihnya ia tetap sama, orang yang kucintai dulu, sekarang, dan selamanya. Tanganku bergerak hendak merengkuhnya, dan seperti yang sudah kuduga, aku tidak bisa.

Aku tahu dia tidak dapat melihatku. Ia menelengkan kepalanya, sesuatu yang sering dilakukannya, lalu berpaling melihat ke arah peti. Dimana aku, atau sesosok yang dulunya aku, terbaring kaku.

Setelah malam ini, aku tidak akan dapat lagi bertemu dengannya.

5 Responses to “Perpisahan”

  1. ini empunya blog ahlinya ceritanya sedih dan seram ya^^

  2. yaaaah….
    coba ada penampakannya !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.